Saturday, May 15, 2010

ALL THAT I WANT

Bring me the rainbow bring me the rain
Bring me the sunshines now and again
....Tell me a story tell me a tale
....Tell me a secret of the ocean sail
Show me the darkness show me the light
Show me the truth with all your might
....Paint me a picture paint me a dream
....Paint me a beauty as real as it seem
Play me a flute play me a song
Play me a sweet melody and make me strong
....Burn me a candle burn me a flame
....Burn me a heart that feels the same
Cry me a river cry me an ocean
Cry me a feeling which has been stolen
....Hold me a memory hold me a fantasy
....Hold me a true friendship's reality
Bring me the moon bring me the sun
Bring me all the daylight's fun
....Fill me a myth fill me a dream
....Fill me with milk and honey and make it gleam
Touch me softly touch me tender
Touch me with your love and make my heart better.

Monday, May 10, 2010

persiapan untuk mati.....

Imam Ali as berkata, “Persiapan untuk mati ialah melaksanakan segala kewajiban yang diperintahkan Allah, meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah, dan berakhlak mulia. Dengan tiga hal ini tidak akan ada hal lain yang lebih berarti dan dia sudah siap menjemput kematian.”

Friday, May 7, 2010

Keutamaan Ahlul Bait Rasul as

Keutamaan Ahlul Bait Rasul as

Hanash Kanani meriwayatkan “aku melihat Abu Dzar memegang pintu ka’bah (baitullah)dan berkata”wahai manusia jika engkau mengenalku aku adalah yang engkau kenal,jika tidak maka aku adalah Abu Dzar.Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Ahlul BaitKu seperti perahu Nabi Nuh,barangsiapa menaikinya mereka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya maka mereka akan tenggelam”.

Hadis riwayat Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain jilid 2 hal 343 dan Al Hakim menyatakan bahwa hadis ini shahih.

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda”Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan penghuni bumi dari bahaya tenggelam di tengah lautan.Adapun Ahlul BaitKu adalah petunjuk keselamatan bagi umatKu dari perpecahan.Maka apabila ada kabilah arab yang berlawanan jalan dengan Mereka niscaya akan berpecah belah dan menjadi partai iblis”.

Hadis riwayat Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain jilid 3 hal 149, Al Hakim menyatakan bahwa hadis ini shahih sesuai persyaratan Bukhari Muslim.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.

Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761.

Keutamaan Sayyidah Fathimah Az Zahra as

Rasulullah SAW bersabda” Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Mazahim istri Firaun.

Hadis shahih riwayat Ahmad,Thabrani,Hakim,Thahawi dalam Shahih Al Jami’As Saghir no 1135 dan Silsilah Al Hadits Al Shahihah no1508.

Bahwa ada malaikat yang datang menemui Rasulullah SAW dan berkata “sesungguhnya Fathimah adalah penghulu seluruh wanita di dalam surga”.

Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak dengan sanad yang baik.

Rasululah SAW bersabda kepada Fathimah“Tidakkah Engkau senang jika Engkau menjadi penghulu bagi wanita seluruh alam”

Hadis riwayat Al Bukhari dalam kitab Al Maghazi .

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Fathimah, tidakkah anda puas menjadi sayyidah dari wanita sedunia (atau) menjadi wanita tertinggi dari semua wanita dari ummat ini atau wanita mukmin”

Hadis dalam Sahih Bukhari jilid VIII, Sahih Muslim jilid VII, Sunan Ibnu Majah jilid I hlm 518 , Musnad Ahmad bin Hanbal jilid VI hlm 282, Mustadrak Al Hakim jilid III hlm156.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Fathimah adalah bahagian dariku, barangsiapa yang membuatnya marah, membuatku marah!”

Hadis riwayat Bukhari dalam Shahih Bukhari Kitab Bad’ul Khalq bab Manaqib Qarabah Rasul.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda”Fathimah adalah sebahagian daripadaku; barangsiapa ragu terhadapnya, berarti ragu terhadapku, dan membohonginya adalah membohongiku”

Hadis riwayat Bukhari dalam Shahih Bukhari kitab nikah bab Dzabb ar-Rajuli.

Keutamaan Imam Ali as

bahwa Rasulullah SAW bersabda “Ali bersama Al Quran dan Al Quran bersama Ali. Keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya menemuiku di telaga Haudh”.

Hadis riwayat Al Hafidz Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain juz 3 hal 124. Hadis ini dishahihkan oleh Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain yang berkata ”ini hadis yang shahih tetapi keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya”. Dalam Talkhis Mustadrak Adz Dzahabi juga mengakui keshahihan hadis ini.

bahwa Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa taat kepadaKu, berarti ia taat kepada Allah dan siapa yang menentangKu berarti ia menentang Allah dan siapa yang taat kepada Ali berarti ia taat kepadaKu dan siapa yang menentang Ali berarti ia menentangKu.”

Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak juz 3 hal 121. Al Hakim dalam Al Mustadrak berkata hadis ini shahih sanadnya akan tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Adz Dzahabi juga mengakui kalau hadis ini shahih dalam Talkhis Al Mustadrak.

bahwa Rasulullah SAW bersabda” Kurasa seakan-akan aku segera akan dipanggil (Allah), dan segera pula memenuhi panggilan itu, Maka sesungguhnya aku meninggalkan padamu ats Tsaqalain. yang satu lebih besar (lebih agung) dari yang kedua : Yaitu kitab Allah dan Ittrahku. Jagalah Baik-baik kedua peninggalanku itu, sebab keduanya takkan berpisah sehingga berkumpul kembali denganku di al Haudh. Kemudian beliau berkata lagi: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla adalah maulaku, dan aku adalah maula setiap Mu’min. Lalu beliau mengangkat tangan Ali Bin Abi Thalib sambil bersabda : Barangsiapa yang menganggap aku sebagai maulanya, maka dia ini (Ali bin Abu Thalib) adalah juga maula baginya. Ya Allah, cintailah siapa yang mencintainya, dan musuhilah siapa yang memusuhinya..

Hadis riwayat Al Hakim dalam kitab Mustadrak As Shahihain, Juz III hal 109 . Menurut Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak Hadis ini Shahih berdasarkan persyaratan Bukhari dan Muslim , pernyataan ini dibenarkan Adz Dzahabi dalam Talkhis Al Mustadrak.

Keutamaan Imam Hasan as dan Imam Husain as

Bahwa Rasulullah SAW bersabda”Hasan dan Husain adalah dua pemimpin Ahli Surga

Hadis riwayat Ahmad,Turmudzi dan Thabrani dalam Al Awsath dan Shahih Al Jami’ no 3180.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda”Hasan dan Husain adalah dua pemimpin para pemuda penduduk surga dan Ayah Mereka lebih baik dari Mereka”.

Hadis shahih riwayat Ibnu Majah dan Al Hakim dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilat As Shahihah no 796 dan Shahih Al Jami’ no 3182.

Bahwa Rasulullah SAW berdoa untuk Hasan”Ya Allah Aku sangat mencintai dan menyayangi Hasan maka cintai dan kasihilah Dia, serta cintai dan sayangilah orang yang mencintai dan menyayanginya”.

Hadis dalam Shahih Bukhari bab Manaqib Al Hasan wa Al Husain no 3749 dan Shahih Muslim bab Fadhail Al Hasan wa Al Husain no 2422.

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW berdiri di atas mimbar dan Hasan ada di sampingnya. Beliau SAW menoleh ke arah Hasan dan sesaat kemudian menoleh ke arah kaum muslimin di hadapannya. Lalu Beliau SAW bersabda “AnakKu ini adalah seorang pemimpin. Semoga Allah menyelamatkan dua kelompok dari kaum muslimin dengan berkahnya”.

Hadis dalam Shahih Bukhari bab Manaqib Al Hasan wa Al Husain no 3746.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Husain adalah dariKu dan Aku dari Husain. Allah mencintai orang yang mencintainya. Husain adalah keturunan dari keturunan-keturunan Nabi.

Hadis riwayat Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad, Turmudzi dalam Al Manaqib dan berkata hadis ini hasan. Syaikh Al Albani menyatakan hadis ini hasan dalam Shahih Al Jami’ no 3416.

Wednesday, May 5, 2010

RINDU

Merengkuh angkasamu
mengendap dalam kisi kisimu
meracun diri dengan rindu
mengutuk hari dengan cinta
memupuk asa dengan tinta
harap bahagia sewangi dupa
derap rasa kian meraja

Merindumu dari seberang lautan jiwa

Terbang dalam anganku
berenang dalam citaku
tergenang air mata
tetes demi tetes adalah rindu
detik demi detik adalah pilu
sendu mendayu rayu

Merindumu dari seberang samudera kalbu

Sunday, April 25, 2010

TENTANG AKAL

islam memandang tinggi kepada penggunaan akal dalam kehidupan manusia khususnya dalam memahami hal ehwal agama Allah terutamanya dalam usuluddin. Al-Kulaini meriwayatkan sebuah hadith dari Imam al-Sadiq AS seperti berikut:

"Sekumpulan sahabat-sahabat kami meriwayatkan dari Ahmad bin Muhammad dari ali ibn Hadid dari Samaah ib Mihran berkata: Aku sedang berada bersama-sama Imam Aba Abdillah AS. Beliau berada bersama-sama dengan jamaah pengikut-pengikutnya. Imam Aba Abdillah berkata:" Kenalilah akal dan tentera-tenteranya dan kenalilah kejahilan dan tentera-tenteranya. Seandainya kamu mengenalinya kamu akan mendapat petunjuk."

Berkata Sama'ah:" Semoga diriku menjadi tebusanmu, kami tidak mengetahui kecuali apa-apa yang anda ajarkan kepada kami." Berkata Aba Abdillah AS:

"Sesungguhnya Allah Azza Wa-Jalla telah menjadikan akal dari cahayaNya di sisi kanan ArasyNya dan ia (akal) itu adalah makhluk yang awal di antara ruh-ruh. Selepas kejadiannya Allah Tabaraka Wa-Ta'ala memerintahkannya pergi, akal menurut perintahNya. Kemudian Allah memerintahkan datang kepadaNya, akal menurut perintahNya. Kemudian Allah Tabaraka Wal-Ta'ala berfirman:" Telah Aku jadikan engkau makhluk yang agung dan Aku anugerahkan ke atas engkau karamah (kemuliaan) ke atas sekalian makhluk-makhlukKu."

Kemudian Allah menjadikan al-Jahlu (kejahilan) daripada lautan masin dan gelap dan memerintahkannya pergi. Al-Jahlu menurut perintahNya. Maka Allah memerintahkannya menemuiNya. Al-Jahlu enggan menurut perintahNya. Maka Allah berfirman:" Engkau angkuh," maka Allah melaknatnya.

Selepas itu Allah mengurniakan tujuh puluh lima bala tentera kepada akal. Apabila al-Jahlu menyaksikan Allah memuliakan akal dan bagaimana Allah mengurniakan pembantu-pembantu kepada akal maka rasa permusuhan lahir dalam dadanya dan al-jahlu berkata kepada Allah," Wahai Tuhanku! Akal adalah suatu kejadian yang sama sepertiku, maka Engkau memuliakannya dan juga menguatkannya dengan bala tentera dan aku adalah kebalikan darinya. Aku tidak diberi kekuatan untuk menandinginya, maka kurniakanlah kepada ku bala tentera seperti mana yang Engkau berikan kepada akal. Maka Allah menerima permintaannya itu dan berfirman:" Sekiranya kamu mengengkari perintahku sekali lagi Aku akan putuskan engkau dan tentera-tenteramu dari rahmatKu." Al-Jahlu berkata," Aku redha dengan perintahMu." Maka Allah mengurniakan 75 tentera pembantu kepada al-Jahlu.

"Al-Khair (kebaikan) adalah (wazir) pembantu kepada akal dan bertentangan dengan al-syar (kejahatan) dan itu adalah wazir kepada al-jahlu; al-iman adalah berlawanan kepada al-kufr; al-tasdiq (kepatuhan dalam hati adalah bertentangan kepada al-juhud (penolakan); al-raja' (harapan) adalah lawan kepada al-qanut (putus harap); al-adl (adil) adalah lawan kepada al-jawru (aniaya); al-redha lawan kepada al-suhtu (marah dan tidak suka); al-syukr (syukur) lawan kepada al-kafirun (menolak); al-tama' (optimisme) lawan kepada al-ya'su (pesimisme); al-tawakal lawan kepada al-qaswah (angkuh); al-rahmah lawan kepada al-ghadhib (marah); al-ilm berlawanan kepada al-jahlu; dan al-fahm (faham) lawan kepada al-hamaq (dungu); al-affah (menjauhkan diri daripada yang haram) lawan kepada haaltahtika (sifat tidak malu - mengerjakan yang haram); al-zahid lawan kepada al-raghbah (sifat suka dunia); al-rafiq (lemah-lembut) lawan kepada al-hariq (kebodohan dan kejanggalan); dan al-rahbah (takutkan Allah) lawan kepada al-juratu (berani menentang Allah); al-somtu (diam) lawan kepada al-hazir (sombong); dan al-istaslam (menyerah diri kepada Allah) lawan kepada al-istakbar (bongkak dan angkuh); al-taslim (menyerah) lawan kepada al-syakk (ragu-ragu); al-sobr lawan kepada al-jaza'u (tergesa-gesa); dan al-sofhu (ampun) lawan kepada al-intaqam (dendam); al-ghina (sifat memadai-puas hati) lawan kepada al-faqir (meminta-minta); dan al-tazakkir (mengingati Allah) lawan kepada alsahwa (lupa); dan al-hifzu (pemelihara) lawan kepada al-nisyan (pelupa dan tidak peduli); al-ta'attapa (cenderung dan simpati) lawan kepaa al-qati'ah (menyekat-mendinding); al-qanau' (puas dan rela) lawan kepada al-hirsu (tamak); dan al-mawaddah (kasih sayang) lawan kepada al-adawah (permusuhan); al-mauasah (konsolasi) lawan kepada al-mana' (menghalang); dan al-wafa' (kesetiaan) lawan kepada al-ghadar (belot); al-ta'ah (taat) lawan kepada al-ma'siyah (maksiat); al-khudu' (tunduk) lawan kepada al-tatawil (dominasi); al-salamah (keselamatan) lawan kepada al-bala'; dan al-habba (kasih sayang) lawan kepada al-bughdu (kebencian); dan al-sidqu (yang benar) lawan kepada al-kazab (pembohong); dal al-haq lawan kepada al-batil; dan al-amanah lawan kepada al-khianat; al-ikhlas lawan kepada al-syaubu (bercampur matlamat); al-syahamah (bijaksana dan berani) lawan kepada al-baladah (bodoh dan penakut); al-fahm (faham) lawan kepada al-ghabawah (bebal); dan al-ma'rifah lawan kepada al-ankar (engkar); al-mudarah (menjaga rahsia) lawan kepada al-mukasyafah (pembuka rahsia-belot); al-salamah (sejahtera) lawan kepada al-makarah (tipudaya); al-kitman (menutup rahsia) lawan kepada al-fasya' (berhamburan); dan al-solah lawan kepada al-adha'ah (mengabaikan solat); al-saum (berpuasa) lawan kepada al-iftar (gemar makan); al-jihad lawan kepada al-naklu (terbelenggu dari jihad); al-Hajj ( mengikat perjanjian kepada Allah iaitu tidak menyembah kecuali Allah)lawan kepada al-misaq (memungkiri perjanjia tersebut); al-saun (menjaga dan memelihara cerita-cerita orang lain) lawan kepada al-namimah (membuat cerita); dan al-biru al-walidani (berbuat baik kepada ibubapa) lawan kepada al-uquq (derhaka kepada ibubapa); al-haqiqah (realiti) lawan kepada al-riya" (pamer); al-ma'ruf lawan kepada mungkar; al-sitru (menutup diri) lawan kepada al-tabaraj (menunjuk); al-taqiyah (memelihara rahsia kepentingaan agama daripada musuh) lawan kepada al-iza'ah (penzahiran yang mengakibatkan kehilangan kerosakan); dan al-insaf (sedar akan kebenaran dan keadilan) lawan kepada al-hamiyyah (berat sebelah); al-tahiah (bercampur dalam masyarakat seperti mesra dalam hubungan sosial) lawan kepada al-baghyu (menentang); dan al-nuzafah (bersih) lawan kepada al-qazir (kotor); dan al-haya-u (bersopan) lawan kepada al-jala' (tidak sopan); al-qasdu (sederhana) lawan kepada al-udwan (melampau); dan al-raha (kesegaran hati) lawan kepada al-ta'abu (depresi - murung); dan al-sahalah (memudahkan) lawan kepada al-su'ubbah (menyukarkan); al-barakah (berkat - bertambah-tambah) lawan kepada al-mahku (hilang berkat dan binasa); dan al-afiat (keselamatan) lawan kepada al-bala' (malapetaka); dan al-qawam (keteguhan) lawan kepada al-mukathirah (banyak cakap); dan al-hikmah (bijaksana) lawan al-hawa' (mengikut hawa nafsu - cinta dunia); al-waqar (kehormatan) lawan kepada al-hiffah (sifat rendah akal budi); dan al-istighfar (memohon ampun) lawan kepada al-ightirar (tidak jujur dengan taubat); al-muhafizu (memelihara) lawan kepada ahaaltahawun (cuai dan abai); ak-du'a (berdoa kepada Allah SWT) lawan kepada al-istankafa (memandang rendah - mudah dan tidak mahu berdo'a); dan al-nasyyat (cergas) lawan kepada al-kasal (malas); al-farah (sukacita) lawan al-hazan (dukacaita); al-ulafah (mesra- berkawan, dan bersatu) lawan kepada al-furqah (berpecah-belah); dan al-saha'a (murah hati) lawan kepada al-bakhil (kedekut)."

"Maka semua sifat-sifat yang dikatakan itu akan menjadi pasukan tentera yang kuat dan bertenaga kepada akal dan semua sifat-sifat ini tidak akan berpadu ke dalam diri seseorang jua kecuali Nabi SAAW, wasinya AS, dan mu'min yang imannya telah diuji oleh Allah SWT. Dan tidak ada sahabat kepada kami (para Imam) yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut tetapi memiliki sifat-sifat yang diperuntukkan kepada kejahilan sehingga dia membina akalnya ke arah kesempurnaan dan mengikis segala kelemahan yang lahir daripada kejahilan. Maka para peringkat ini dia dikurniakan darjat kemuliaan bersama dengan Nabi SAAW dan wasi-wasinya. Dan sesungguhnya dia mencapai kedudukan tersebut dengan makrifat al-akal dan tentera-tenteranya dan setelah menjauhkan dirinya daripada al-jahlu dan tentera-tenteranya. Dan semoga Allah mengurniakan kita kemampuan untuk taat kepadaNya dan mendapat redhaNya." [Al-Kafi, Kitab aqal wal-jahlu, hadith nombor ke-14].

Thursday, April 22, 2010

"dimana letak nikmatnya ?"

aku makan, lalu kenyang, dimana letak nikmatnya ? nikmatnya itu adalah saat lidah ku merasakan begitu banyak cita rasa, lalu ketika makanan mulai masuk kekerongkongan, ternyata dia hambar, hingga klimaks makananan itu pada akhirnya berupa rasa kenyang....tp kembali beberapa jam kemudian, rasa lapar bukankah kembali menyerang ? di mana rasa nikmatnya ?

saat tercekik dahaga, lalu menemukan segelas air, lalu meraih dan mereguknya dengan rakus, hingga haus itu lenyap, dimana letak nikmatnya, sedangkan beberapa minit kemudian dahaga kembali menyerang ?

harta yg melimpah, dimana letak nikmatnya ? sedangkan aku terus berusaha mencarinya, bahkan aku akan sibuk menjaganya, lantas dimana letak nikmatnya ?

kecantikan atau ketampanan, dimana letak kenikmatannya ? sementara waktu mengejarnya dan menjadikan diri ini tua dan kerepot, peot dan buruk...?

segala apa yang ku miliki sebagai kebahagaan dunia ini, dimana kah letak kenikmatannya ? sedangkan semuanya pasti akan ku tinggalkan dengan sebuah kematian ?

andai ku miliki semua yg ada di atas muka bumi ini, tidaklah akan menjadikan nikmat yg sempurna, melainkan hanya semu, karena kematian pasti akan menjemputku, dan memisahkan ku dgnnya...tapi kesempurnaan nikmat itu adalah menikmati dengan dipenuhi rasa syukuri atas apa yg ada padaku saat ini...

ternyata puncak nikmat itu sesungguhnya adalah rasa puas dan rasa syukur atas apa yg kau miliki, yg ku nikmati, dan ku raih kepada Sang Pemilik dan Pemberi Nikmat yg tiada terkira itu sendiri....